Apa yang menyebabkan indikator memberikan sinyal palsu?
Apa yang menyebabkan indikator memberikan sinyal palsu?
Sebelumnya kita menyimpulkan indikator dapat memeberikan sinyal palsu disini kita harus mengetahui terlebih dahulu definsi dari indikator itu sendiri sehingga tidak membuat kesalah fahaman yang berlanjut dan bahkan berantai, coba perhatikan di bawah ini !
Indikator adalah sebuah alat bantu yang di buat oleh para ahli dalam urusan strategi dan finansial keuangan dimana digunakan untuk menghitung entah itu rata rata pergerakan harga, nilai tertinggi sebuah harga, nilai terendah sebuah harga, area jenuh level harga , dan lain sebagainya, dengan adanya indikator ini digunakan sebagai alat bantu untuk memperkirakan pergerakan harga selanjutnya akan cenderung ke arah mana, sehingga bisa di gunakan untuk mengambil keputusan para trader mengambil sebuah keputusan.
Lantas kenapa indikator dapat memberikan signal palsu ?
Sebenarnya di sini saya kurang setuju jika ada yang bilang indikator ini memberikan signal palsu, pada kenyataannya indikator ini hanya menghitung data dari penutupan harga, jadi disini sih kalau seseorang menilai sinyal palsu maka disini bisa di bilang trader ini tidak atau belum siap dengan pembentukan data selanjutnya , maksudnya disini pergantian candle. ya kita sebagai seorang trader baiknya disini berfikir objektif dan siap dengan apa yang dilakukan pergerakan harga selanjutnya , karena indikator ini akan terbentuk setelah harga terjadi , jadi menurut saya penghitungannya valid tidak ada yang palsu atau tipu tipu.
Jadi daripada bilang sinyal palsu menurut saya lebih baik kita mengungkapkan ini sinyal terbaru yang kebetulan pergerakan harga menunjukkan penutupan yang tidak sesuai dengan indikator yang di tunjukkan. contoh untuk sinyal palsu itu sendiri sebagai berikut ini , dalam perdagangan katakanlah sekarang kita menggunakan Moving Average 100 sebagai indikator pengambilan keputusan pada pasar.
Contoh :
- Trader ABC, melakukan analisa menggunakan MA 100. dan pada kondisi tersebut terjadi pergerakan bearish trend, jadi dengan di tunjukkan pergerakan MA 100 tersebut adalah penurunan , sehingga untuk saat ini trader hanya memikirkan masuk posisi jual saja karena melihat pandangan harga turun, akan tetapi suatu ketika dia melakukan aksi jual ternyata indikator MA 100 tersebut berhasil di break out oleh harga, jadi disini Trader ABC menganggap Indikator membeikan signal palsu karena tidak sesuai yang di tunjukkan dengan pergerakan harga selanjutnya.
- Selanjutnya masih seperti yang di atas untuk Trader XYZ, juga menggunakan analisa dengan indikator MA 100, dengan kondisi penurunan si trader mengasumsi kalau harga juga akan turun , akan tetapi ketika dia melakukan opsi jual , ternyata harga berhasil break out area MA 100, dari sini dia tidak mengatakan kalau ini merupakan sinyal palsu melainkan , memang harga yang terkini menunjukkan sinyal perubahan trend dengan indikasi break out tersebut. jadi segera mengganti posisi menjadi beli mengikuti trend selanjutnya.
Dari kedua trader diatas tentunya berbeda sudut pandang bukan, kalau Trader ABC menganggap untuk sinyal yang di berikan oleh indikator MA adalah palsu, sedangkan untuk Trader XYZ lebih objectif dengan mengikuti pergerakan harga yang sedang berlangsung karena melihat pergantian trendlah yang terjadi pada pergerakan terbarunya.
Bagaimana cara kita mengatasi sinyal yang di anggap palsu padahal indikator selalu menunjukkan kebenaran, karena menghitung data yang sudah terjadi ?
A. Berfikir Objektif.
Seorang trader harus berfikir atau bersikap objektif , maksudnya disini kita harus paham kalau indikator menunjukkan bullish kita harus mengatakan bullish , kalau indikator berpindah arah berarti kita juga harus mengikuti perpindahan tersebut, maksudnya bagaimana , kita ambil contoh begini , karena kita melakukan opsi jual , sedangkan harga bergerak naik , kita masih mengatakan kalau harga akan turun , padahal secara saat ini berlawanan dengan harga. jadi ini adalah sikap yang tidak objektif.
B. Memilih Indikator.
Untuk menghidari hal yang di anggap sinyal palsu , kita bisa menggunakan indikator yang kita ketahui saja jangan sampai kita menggunakan banyak indikator akan tetapi kita malah tidak paham bagaimana cara kerja dari indikator tersebut , maka dengan begitu tidak akan mendapatkan hasil maksimal.
C. Jangan Trading NEWS.
Sinyal atau pola harga yang di tunjukkan ketika menghadapi news berlangsung maka biasanya akan terjadi lonjakan harga yang signifikan yang terkadang tidak bisa kita kendalikan , maka biasanya dari kecepatan pergerakan harga ini membuat kita menjadi tidak siap dengan pola terbaru , maka jangan trading ketika news kecuali kalau kita sudah siap akan resiko secara matang.
D. Gunakan Manajemen Resiko.
Sebuah pergerakan harga tidak selalu memberikan kemenangan 100 % pada saat kita melakukan transaksi perdagangan maka dari itu kita gunakan manajemen resiko untuk membatasi kerugian kita yang di sebabkan oleh pergantian arah yang tidak terduga.
Spoiler:
Komentar
Posting Komentar