Bagaimana ciri ciri harga reversal pada area supply atau demand ?
Bagaimana ciri ciri harga reversal pada area supply atau demand ?
Dalam perdagangan terjadinya trend atau kecenderungan harga ada kalanya reversal , break out ataupun false break out. jadi sebagai trader setidaknya bisa mengantisipasi akan hal tersebut. disini biasanya kalau reversal harga bisa menggunakan chart pattren atau menggunakan indikator tambahan seperti bolinger band yang bisa di pakai melihat titik tertinggi dan terendah harga , atau menggunakan stochastic oscillator yang mengndikasikan area level jenuh sebuah pergerakan. banyak trader yang memiliki cara tersendiri dalam mengatasi reversal ini. kalau saya pribadi karena trading atau berdagang menggunakan candlestick chart maka saya lebih suka mengantisipasi pergerakan reversal menggunakan Candlestick pattren. kenapa tidak menggunakan indikator ? karena ini tergantung selera dan kebiasaan para trader, mungkin ada yang berbeda lebih suka menggunakan indikator tambahan , selama profitable hal semacam itu tidak menjadi persoalan.
Ciri Ciri Reversal Harga Berdasarkan Candlestick Pattren.
Untuk melakukan aksi memantau harga bisa di lakukan dengan analisa menggunakan candlestick pattren. di bawah ini akan saya berikan beberpa pattren yang bisa menunjukkan reversal sebuah pergerakan dan ini sering terjadi pada kegiatan sehari hari jadi bisa kita manfaatkan untuk peluang masuk pasar. salah satu mentor bilang meski kita tidak paham atau hafal namanya yang terpenting adalah kita tahu model nya , jadi kalau ada model atau bentuk pola reversal kita bisa mengambil sikap atau aksi untuk hold, buy atau sell posisi.
a. Pola Pinbar.
Sebuah pola di mana bisa di jadikan untuk melihat pergerakan reversal harga, bisa kita kenali atau kita jumpai jenis candle ini berbentuk pinbar panjang , atau ekor yang panjang , dalam sebuah kasus terjadinya candle ini selalu memberikan hasil ekor atau shadow atau tail yang lebih panjang daripada ukuran body atau nose. Semakin panjang untuk ekor maka semakin besar peluang untuk terjadi pembalikan arah atau reversal harga. bisa kita temui pada posisi puncak dan lembah. atau pada saat pergerakan naik dan pergerakan turun.
b. Pola Inside Bar.
Untuk reversal candle yang berikutnya adalah inside bar dimana pola ini bisa di tandai dengan pergerakan harga ketika sudah mencapai area tertinggi atau terendah dalam sebuah 1 periode pergerakan harga, untuk pola sendiri terbentuk dari adanya 2 batang candle , dimana posisi candle yang kedua berada di dalam candle sebelumnya. dalam contoh lain seperti halnya mother candle. masih sejenis dengannya. kemudian sekarang ini unuk pola enggulfing masih dalam kategori inside bar, kenapa ? coba kalian cek. di dalam enggulfing pada time frame lebih besar, kalau kita turun 1 time frame maka ada pola mother candle atau inseide bar di sana.
c. Pola Three Inside Up dan Three Inside Down.
Berikutnya ada lah pola candle reversal pengembangan dari inside bar. dimana untuk pembentukan pola ini terbentuk dari 3 candle atau bar. konsepnya untuk posisi bar kedua di tutup dengan close harga di body bar pertama , kemudian di bar ketiga di tutup dengan close body berhasil lebih rendah atau lebih tinggi dari pada bar pertama. ada 2 jenis untuk kategori reversal bullish trend (pembalikan kenaikan harga) dengan pola three inside bar dan juga kategori reversal bearish trend (pembalikan penurunan harga) dengan pola three inside down.
d. Pola Evening Star dan Morning Star.
Pola berikutnya adalah pola yang terbentuk dari 3 batang bar atau candlestick yang menunjukkan keraguan dari pergerakan pasar , biasanya di candle ke 3 ini akan menentukan ke arah mana harga akan memberikan indikasi lanjutan. dalam contoh lain bisa juga berbentuk gap up atau gap down kemudian di susul oleh candle konfirmasi seperti pola di atas ini. untuk pola evening star menunjukkan sebuah reversal harga akan terjadi penurunan dan pola morning star menunjukkan sebuah reversal harga akan terjadi kenaikan.
Dari beberapa contoh reversal candlestick di atas adalah beberapa jenis pola yang sering muncul yang setidaknya untuk pola dari candlestick pattren ini kisaran 30 jenis pola, akan tetapi menurut penulis ke 4 tersebut yang mengindikasan signal reversal yang kuat dan cukup profitable untuk pengambilan keputusan transaksi perdagangan.
Penerapan Pola Reversal Candlestick pada area suplay atau demand.
Untuk penerapannya dalam pasar rill kita bisa memadukannya dengan menggunakan area supply atau demand atau juga support resisten , untuk kasus dibawah ini saya memberikan sebuah contoh di mana kita masuk posisi dengan pola pinbar bullish yang di tunjukkan pada saat pergerakan harga di area support.
Dalam hal pengambilan posisinya kita menunggu terlebih dahulu pola candlestick yang bakalan terbentuk di area SND atau SNR. kemudian setelah terbentuk pola seperti di bawah ini maka kita bisa masuk posisi di candle atau bar berikutnya. semoga bermanfaat.
Spoiler:
Komentar
Posting Komentar